Selesai sudah liburan di Bukittingi. Kami kembali ke Padang. Di perjalanan ke Padang ini kami mampir shalat zuhur di Masjid Jihadu Walidaina di daerah Bukik Surungan, kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Lokasinya persis di pinggir jalan besar Padang Panjang Bukittinggi menjelang pasar Padang Panjang.
Masjid ini tidak terlalu besar. Parkir mobil hanyak muat sekitar 5 mobil di depan masjid.
Tempat wudhunya bersih. Tapi sayang kami tidak sempat ambil foto karena kami buru-buru. Tapi yang pasti, airnya dingin. Maklumlah, Padang Panjang ini kota yang berada di dataran tinggi.
Area shalat
Area shalatnya bersih. Langit-langitnya tinggi. Nyaman sekali rasanya di dalam masjid ini. Hawa dingin khas Padang Panjang lebih terasa di dalam daripada di luar yang memang di pinggiran jalan besar.


Sajadahnya berwarna hijau. Dindingnya berwarna hijau muda lebih ke kuning. Mimbar kayu bergaya klasik yang penuh ukiran berada di mihrab yang tidak terlalu luas. Di atas mimbar ini ada ornamen kubah kecil yang berwarna hijau juga.


Di dinding masjid ada papan pengumuman yang berisi laporan keuangan masjid yang ditulis dengan spidol. Papan seperti ini jamak sekali terlihat di masjid-masjid zaman dulu dimana laporan belum berupa file yang di-print. Masih manual.


Waktu itu pandemi belum sepenuhnya reda. Jadi kami pakai sajadah sendiri di masjid ini.

(Padang Panjang, 6 Juli 2022)