Warga selatan Jakarta mestinya tahu masjid ini. Masjid putih yang megah yang berada di Kebayoran Baru Jakarta ini bernama Masjid Agung Al Azhar. Masjid ini dulu bernama Masjid Agung Kebayoran Baru. Karena namanya itu, halte busway yang berada tidak jauh dari masjid diberi nama halte Masjid Agung. Masjid ini berganti nama menjadi Masjid Agung Al Azhar setelah kunjungan rektor Universitas Al Azhar Kairo Mesir ke masjid ini.
Masjid ini juga dihubungkan dengan masjid Buya Hamka. Di masjid inilah Buya Hamka mendedikasikan dirinya di akhir-akhir usianya dengan mengisi ceramah rutin. Kebetulan rumah Buya Hamka tidak jauh dari masjid ini.



Sekitar bulan Oktober 2022 kami ada acara ke gedung Universitas Al Azhar (UAI) yang juga berada dalam kompleks masjid ini.


Ketika kami datang kebetulan di masjid ini sedang ada acara akad nikah. Masjid ini memang sering dipergunakan sebagai tempat akad nikah dan resepsi pernikahan. Akad nikah biasanya dilakukan di area shalat lantai dua, sedangkan resepsi pernikahan biasanya dilakukan di Aula Buya Hamka yang ada di lantai dasar.


Tempat wudhu dan toilet
Sebagai masjid besar tentunya masjid ini dirawat dengan baik. Salah satu pertanda baiknya terlihat dari toiletnya yang bersih. Toilet yang kami datangi ada di sisi selatan masjid yang ditutupi dengan hamparan rumput di atasnya. Ada jalan kecil di sampiang hamparan rumput itu. Di jalan kecil ini juga ada tempat penitipan sepatu. Silakan kalau mau titip sepatu di situ. Jangan lupa sepatunya dibuka dulu sebelum masuk ke jalan kecil itu.
Di tempat wudhu ini krannya ada banyak. Ada kran untuk wudhu sambil duduk juga. Urinoirnya bersih.



Area shalat
Masuk ke area shalat, terasa kesan jadulnya. Jendela-jendala nya yang tinggi, setinggi orang, dan ada di sepanjang dinding masjid. Kalaulah tidak diberi pembatas kayu di jendela ini, mungkin orang mengira itu pintu.
Di atas jendela itu ada ventilasi krawangan yang bergaya klasik. Mungkin masih bawaan desain awal masjid.

Dinding masjid ini semarak dengan kaligrafi. Ada di sepanjang dinding masjid. Ada juga di langit-langit dan di bawah kubah.




Di tiang masjid, ada rak-rak mushaf. Di rak ini tersimpan banyak mushaf, beberapa rehal, dan sutrah.





Kegiatan masjid
Ketika kami datang di bulan Desember 2022, sedang ada pengajian ba’da magrib.
Dulu sebelum masa pandemi ada pengajian rutin yang digelar oleh The Rabbaanians setiap Rabu ba’da Isya di masjid ini.


Pemandangan sekitar masjid
Dari area shalat yang ada di lantai dua ini kita bisa melihat pemandangan dari jendela-jendela yang terbuka. Di arah timur laut ada gedung hijau yang tinggi yang tidak lain adalah gedung sekolah Al Azhar yang terkenal itu. Mulai dari TK hingga SMA ada di gedung itu.




Beralih ke timur, ada Jalan Raden Patah. Dari jalan ini terlihat gedung Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat).


(Jakarta, 29 Okt; 24 Nov; 6, 12 Des 2022)
One thought on “59. Masjid Agung Al Azhar Kebayoran Baru Jakarta”