81. Mushalla Bandara Minangkabau

Jika sudah tiba di bandara uruslah segera check in dan bagasi supaya tenang dan bisa bersantai-santai menikmati fasilitas bandara. Lalu bergegaslah ke ruang tunggu atau mencari makanan dan mimuman di gerai-gerai yang tersedia. Jika belum shalat, jangan khawatir karena di ruang tunggu juga ada mushalla.

Kami sedang berada di bandara Minangkabau di Padang. Secara koordinat, bandara ini berada di kabupaten Padang Pariaman, di luar kota Padang. Dapat ditempuh dalam waktu satu jam dari pusat kota.

Mencari mushalla

Hari itu kami belum shalat zuhur. Yuk, kita cari dimana mushalla bandara Minangkabau.

Dari check in counter di lantai dasar naiklah ke lantai dua. Bisa dengan tangga maupun dengan eskalator. Di ujung eskalator, belok kiri menuju ruang tunggu.

Yang pertama kita jumpai adalah ruang tunggu yang dekat dengan gate keberangkatan. Jika berjalan sedikit lagi ke depan kita akan menjumpai gerai kopi berwana hijau yang kondang itu. Di samping gerai kopi ini ada ruang tunggu yang lebih luas lagi. Tapi lebih sepi. Kita ke sana.

Di ruang tunggu yang luas ini terlihat toilet dan mushalla. Yuk, kita mendekat.

Pintu masuk mushalla

Pintu masuk mushallanya diberi ornamen yang cantik membingkai pintu. Jadi semacam gapura. Tidak sekedar pintu saja.

Di balik gapura ini tersedia rak sepatu kecil. Tapi mungkin ini terlalu kecil untuk menampung sepatu jamaah jika calon penumpang sedang rama-ramainya. Jangan heran jika kita lihat ada yang membuka sepatunya di ruang tunggu dan menitipkannya ke temannya yang belum giliran shalat.

Tempat wudhu

Ada sekitar 5 kran tersedia di tempat wudhunya. Tapi kran yang paling pojok kurang efektif karena jika ada yang menggunakannya maka posisinya menghalangi orang yang sedang berwudhu di sebelahnya.

Toilet tidak tersedia di mushalla sini karena di sebelahnya ada toilet yang lebih luas dan bersih yang biasanya digunakan oleh calon penumpang.

Area shalat

Di dalam area shalat sajadah karpet berwarna hijau membentang menutupi seluruh lantai. Bersambung dari area shalat laki-laki ke area shalat perempuan. Panel hijab semi transparan dipasang sebagai tanda batas antara jamaah laki-laki dan perempuan.

Untuk imam, di sudut kanan dibuatkan mihrab untuk berdirinya imam. Tapi sayangnya jadi terasa sempit bagi imam. Jika imam berdiri di mihrab ini, jamaah di shaf paling depan harus mundur sedikit.

Penutup

Secara unum mushalla ini lebih dari cukup. Bersih, nyaman, dan mudah diakses dari ruang tunggu.

Semoga nanti bandara ini punya mushalla yang lebih luas. Atau jangan-jangan di terminal keberangkatan yang baru sudah ada mushalla yang lebih luas.  Jadi penasaran.

(Padang, 8 Mei 2024)

Leave a Reply