68. Masjid Jami’ Matraman Jakarta

Lagi-lagi mampir shalat magrib sepulang kantor. Kali ini kami singgah di Masjid Jami Matraman Jakarta. Posisinya sebelah kiri sebelum lampu merah Jalan Proklamasi dari arah Jalan Pramuka.

Parkir mobil tersedia di pinggir jalan di depan masjid. Terlihat seperti parkir resmi karena abangnya pakai karcis untuk menarik uang parkir.

Ketika kami datang, masjid ini sedang ramai oleh jamaah shalat magrib. Tempat wudhunya jadi terasa sesak. Kami tidak sempat foto-foto bukan saja karena ramai tapi juga karena terlihat kurang terlalu resik.

Keluar dari tempat wudhu mata tertuju pada mushaf besar yang unik yang ditulis dengan tulisan tangan. Mushaf ini tersimpan aman di dalam lemari kaca. Tapi sayang, kami kami tidak sempat membaca keterangan yang mungkin ada tertulis di sekitar lemari kaca ini. Tapi dari hasil penelusuran googling, mushaf ini terbuat dari daun lontar dan punya banyak cerita. Selengkapnya ada di sini.

Area shalat

Area shalatnya besar. Langit-langitnya tidak terlalu tinggi. Karpet hijau membentang di seluruh ruang shalat. Hiasan kaligrafi ada beberapa di dinding depan. Kusen jendelanya terkesan jadul.

Di sekitar masjid

Di luar masjid ada pedagang kaki lima di trotoar masjid. Ada sate padang, nasi rames, bakso, tahu bulat, sampai ke penjual peci dan tasbih. Hampir setiap mampir di sini kami makan sate dan tahu bulat sambil ngobrol dengan penjualnya.

Di seberang masjid ini ada pusat jajanan yang ditata apik di pinggir sungai. Lengkap dengan lampu-lampu yang membuat nyaman pembeli di malam hari.

(Jakarta, 15 Desember 2022)

Leave a Reply