75. Penemuan Masjid di Belakang Sabuga Bandung

Tahu Sabuga kan? Ya, Sasana Budaya Ganesha, itu kepanjangannya. Sebuah gedung pertunjukan yang diresmikan tahun 1997 yang berada di lembah kecil di belakang kampus ITB Bandung.

Tempat ini bisa diakses dari Jalan Taman Sari yang kalau weekend biasanya macet imbas banyaknya pengunjung kebun binatang yang  berada tidak jauh dari Sabuga ini.

Hari itu kami mau shalat ashar. Daripada harus mencari mushalla di dalam gedung Sabuga, kami mencoba mencari masjid atau mushalla di luar bangunan utama Sabuga.

Kampung belakang

Berbekal nguping obrolan penjual makanan yang ada di parkiran mobil, berjalanlah kami ke arah belakang Sabuga ini. Di luar pagar ini ada bangunan lain yang terlihat seperti tempat pengumpulan sampah yang mungkin masih milik Sabuga. Begitu dugaan kami.

Di sebelah gedung ini ada jalan kecil yang hanya bisa dilewati sepeda motor. Dari sinilah dimulai penemuan masjid di belakang Sabuga.

Kami ikuti jalan itu. Jalannya sudah dipaving-block sehingga tidak khawatir becek jika hujan. Dari jalan ini terdengar suara gemuruh air yang ternyata berasal dari riam-riam kecil di antara batu batu besar di dasar sungai. Tidak lama setelah itu, terlihat ada masjid berwarna hijau di seberang sungai.

Di ujung jalan ini ada jembatan berwarna hijau. Ada banyak sepeda motor yang diparkir di jembatan ini. Di ujung jembatan pendek ini ada pos ronda. Di samping pos ronda itu ada tangga turun sekitar 5 anak tangga. Belum terlihat pintu masuk masjidnya. Kami harus belok kiri dan naik tangga lagi. Barulah terlihat pintu masuk masjidnya.

Area wudhu

Di bawah masjid ini, di dekat tangga tadi, ada satu kran air. Inilah tempat wudhunya. Area wudhu ini sekaligus menjadi akses menuju rumah-rumah di sekitar masjid.

Airnya bersih, dingin, sebagaimana biasanya air di utara Bandung. Kondisi kran airnya sudah memprihatinkan. Papan-papan bekas bertumpuk mengganggu pemandangan. Lantainya lama tidak disikat. Sempat ragu apakah ini satu-satunya tempat wudhu di masjid ini.

Area shalat

Bagian dalam masjid ini terlihat bersih bila dibandingkan dengan kondisi luarnya. Mihrabnya juga tidak seadanya. Sajadahnya full menutup semua lantai. Nyaman untuk shalat dan sekedar melepas penat.

Hanya ada 6 shaf yang terlihat di masjid ini. Paling banter hanya 30 jamaah kapasitasnya.

Masjid ini ada dua lantai. Tapi hari itu kami tidak sempat naik ke atas. Tidak tahu ada apa di atas situ. Mungkin ada area shalat juga sehingga bisa memuat lebih dari 40 jamaah untuk kedua lantai.

***

Secara umum masjid ini cukup memadai, tapi tidak nyaman bagi pelancong karena tidak bisa diakses dari jalan besar. Tempat wudhunya yang perlu banyak perbaikan. Mungkin ini karena pengelolaannya masih seadanya oleh warga sekitar yang bukan dari kalangan mampu.

Dari penulusuran di Google Map, nama masjid ini Masjid As Salam. Kampung ini berada di Jalan Siliwangi Dalam, yang mana selain bisa diakses dari jalan di belakang Sabuga tadi, bisa juga diakses dari Jalan Siliwangi.

Tapi jika ingin ke masjid yang lebih nyaman, bisa datang ke masjid di dalam komplek BRIN di sebelah barat kampus ITB atau ke Masjid Salman di depan kampus.

(Bandung, Ahad, 5 Januari 2025)

Leave a Reply