Malam itu kami mampir di daerah Menteng, di pusat Jakarta, di sebuah masjid yang sangat terkenal. Masjid ini berada di Jalan Taman Sunda Kelapa, tepat di belakang kantor Bappenas. Tidak jauh dari Taman Suropati. Masjid ini bernama Masjid Agung Sunda Kelapa. Ya, nama yang sama dengan pelabuhan Sunda Kelapa di utara Jakarta itu. Dinamai masjid agung juga sebagaimana Masjid Agung Al Azhar.
Kami memarkir mobil di luar pekarangan masjid karena sudah diarahkan oleh petugas parkir berseragam biru yang sigap mengarahkan kita ketika mobil mulai masuk ke Jalan Taman Suropati. Sebenarnya ada tempat parkir lain di bagian barat masjid. Tapi entah kenapa tukang parkirnya tidak mengarahkan kami ke situ.


Kami masuk dari Pintu Selatan I berbentuk gapura putih. Dari gapura ini kami menapaki koridor panjang menuju bangunan utama masjid. Di ujung koridor ini kita melihat ramp untuk pengguna kursi roda. Di masjid ini ada di lift lho. Walaupun hanya dari lantai dasar ke lantai dua. Yang pasti masjid ini sudah ramah jamaah disabilitas.




Tempat wudhu dan toilet
Tiba di bangunan utama masjid, kami titipkan sepatu. Lalu kami berjalan menuju toilet. Oh ya, ada dua area toilet di masjid ini. Yang satu persis di bawah bangunan masjid ini. Warnanya didominasi oleh hijau dan putih. Yang satu lagi ada di arah barat masjid yang punya akses langsung ke area parkir barat.
Toiletnya bersih. Lantainya yang putih bersih terlihat sangat terawat. Pintunya terbuat dari plat besi nan berat. Jarang sekali kami lihat ada toilet yang masih menggunakan pintu besi seperti ini.
Di toilet di bawah masjid ini tidak ada urinoir buat laki-laki. Yang ada adalah kamar-kamar kecil dengan closet duduk dan closet jongkok berwarna putih bersih. Airnya bersih mengocor deras dari kran-kran yang ada.



Area shalat
Selanjutnya, selesai wudhu kami berjalan ke ruang utama masjid yang berada satu lantai di atasnya.
Begitu tiba di dalam masjid kesan adem langsung terasa. Langit-langitnya tinggi, sekitar 6 meter. Sejuk dengan tambahan AC.
Sajadahnya kebetulan masih baru. Sajadah berwarna hijau ini masih bau toko. Jadi betah sujud.


Di dinding-dinding masjid tersedia rak-rak Al-Quran. Beberapa di antaranya adalah Al-Quran Madinah persis seperti yang ada di Masjid Nabawi Madinah dan Masjidil Haram Makkah.




Di shaf belakang juga tersedia sarung dan baju ganti bagi jamaah yang memerlukan. Tersedia juga bangku kecil bagi jamaah yang punya gangguan lutut sehingga harus shalat sambil duduk di bangku kecil di dalam shaf.


Selasar masjid
Selesai shalat kami berjalan-jalan sebentar di selasar masjid yang berada di bagian timur area shalat utama. Sebenarnya selasar ini juga kami lewati tadi ketika berjalan dari tempat wudhu ke lantai di atasnya. Jadi selasar ini lebih seperti lantai satu setengah dari lantai dasar. Jika kita masuk ke masjid dari pintu timur, maka kita akan bertemu dengan selasar ini lebih dahulu.
Selasar ini terkesan antik. Langit-langitnya rendah, tapi tetap nyaman. Tiang-tiang kayu penyangganya rapat. Berhubung jaraknya yang cukup jauh dari ruang shalat utama, di selasar ini disediakan monitor besar sehingga jamaah bisa melihat ustadz yang sedang memberikan ceramah/khutbah jika sedang ada kajian atau shalat jumat.


Halaman masjid
Sekarang kita ke halaman masjid. Setelah mengambil sepatu yang tadi dititipkan, kami kembali ke mobil sambil melihat-lihat halaman masjid yang luas dan asri ini.


Ada lapangan basket juga. Lampu-lampu taman juga banyak. Jadi tidak takut seram di sini walaupun halaman masjid ini didominasi oleh pohon-pohon besar.


Kuliner
Kelaparan? Jangan khawatir. Di dalam lingkungan masjid ini ada area penjual makanan. Tersedia berbagai jenis makanan. Ketika kami mampir, kebetulan sudah tutup. Tapi di luar masjid, di arah timur, juga ada penjual makanan yang buka hingga Isya. Tersedia berbagai makanan seperti nasi goreng, sate padang, aneka soto, ayam geprek, bakso, mie ayam, sop buah, jus, dan lain-lain. Harganya harga wajar.

Pengajian masjid
Sebagai sebuah masjid besar tentu ada acara-acara rutin di masjid ini. Lengkap, mulai dari pengajian rutin setelah maghrib di hari-hari tertentu, pengajian dhuha, pengajian remaja, dan lain-lain. Silakan mampir ke medsos masjid ini untuk supaya tidak ketinggalan update kegiatan-kegiatan masjid ini.
Ketika kami mampir lagi di Juni dan Agustus 2023 yang lalu, ada kajian ba’da maghrib yang diisi oleh guru-guru ternama seperti Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, KH M. Cholil Nafis, Buya Arrazy Hasyim, dan Babe Haikal. Pengajian-pengajian itu disiarkan secara live di kanal YouTube masjid ini. Jadi jangan takut ketinggalan.




Demikian hasil mampir kami kali ini. Semoga masjid ini tetap makmur. Jamaahnya nyaman beribadah dan menimba ilmu. Memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

(Jakarta, 10 May, 5 Juni, 3, 28 Agustus 2023)