56. Masjid Miftahul Jannah. Kapal feri selat Sunda.

Kami lanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Menyusuri lagi jalan tol Palembang Lampung. Sore hari kami tiba di pelabuhan Bakauheni. Kali ini kami pilih kapal express, bukan kapal reguler lagi seperti waktu itu.
Pengalaman di kapal express ini baru buat kami. Beberapa tahun yang lalu di selat Sunda ini belum ada kapal express seperti ini. Masih bercampur antara penumpang mobil pribadi dan truk.

Tiba di pelabuhan yang khusus untuk kapal express ini kami disambut oleh kapal feri KMP Port Link III yang sudah sandar di dermaga. Setelah mengantri sebentar kami masuk kapal.

Mengantri masuk kapal.

Setelah parkir, kami turun dari mobil dan masuk ke dalam ruang penumpang dengan tujuan mencari mushalla dulu. Dari berangkat dari Palembang tadi kami belum shalat zuhur. Sekalian dijamak dengan shalat ashar recananya di kapal ini.

Di kapal ini ternyata ada masjid, bukan mushalla seperti dugaan semula. Dulu kalau naik feri selalu dapatnya mushalla yang kecil saja. Tapi kali ini masjid. Lumayan besar pula. Namanya masjid Miftahul Jannah. Ada di lantai dua.

Masjid ini sangat nyaman untuk ukuran kapal feri. Karpetnya bersih. Tapi clearancenya rendah karena memang seperti itulah ruang ruang di kapal feri pada umumnya. Tidak ada ruangan yang langit-langitnya tinggi. Sayangnya tempat wudhunya masih terbatas, sehingga penumpang harus ngantri.

(Selat Sunda, 20 Juli 2022)

Leave a Reply